Friday, May 9, 2014

Nyai Dasimah vs Ratu Ubur2

Suatu malam di sebuah padepokan di pinggir kota.

Nyai Dasimah sedang asik menghabiskan malam bersama gurunya. Mereka larut dalam pembicaraan yang hangat. Bercerita tentang ini-itu dan keadaan yang terjadi di sekitar padepokan.

Sedang asiknya bercerita, kemudian datanglah Kian Santang dari negeri Angin-angin yang katanya malam itu datang untuk menemui Arya Kamandanu yang berencana untuk mengajaknya pergi.

Nyai Dasimah mempersilahkan Kian Santang untuk masuk dan menunggu Arya Kamandanu yang saat itu belum kembali dari ladang.

Akhirnya Kian Santang bergabung dalam obrolan seru dengan Nyai Dasimah dan sang Guru.

Tak berapa lama setelah itu, sang Guru masuk ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.

bla bla bla.. Nyai Dasimah dan Kian Santang akhirnya melanjutkan obrolan berdua sambil sesekali menjawab timpalan dari sang Guru yang masih di dalam kamar.

"Ciaaaaaatttt!!! Rasakan ini... Ku bunuh kau!!!"

Tiba2 entah darimana datanglah Ratu Ubur2 yang langsung menyerang Kian Santang dengan pukulan bertubi2. Sesekali pukulannya mengarah ke Nyai Dasimah yang duduk tidak jauh dari situ. Tapi tidak kena karena Kian Santang dengan sigap menghalangi dan membiarkan dirinya menjadi tameng dan sasaran pukulan Ratu Ubur2.

Melihat itu, Ratu Ubur2 semakin menjadi2 amarahnya. Dengan membabi buta dia melayangkan ajian pamungkasnya kesana-sini dengan tak beraturan.

*bak buk bak buk*

Ratu Ubur2 mengamuk sendrian, Nyai Dasimah bengong tak mengerti.
Kebon binatang dan jurus ubur2 kesambet setan pun keluar dari Ratu Ubur2

... olala... Ada apa ini?

Keributan itu sampai membuat penduduk sekitar padepokan keluar dan menghampiri.

Tak berapa lama setelah itu baru akhirnya Nyai Dasimah sadar. Ternyata yang terjadi adalah urusan salah paham. Nyai Dasimah mencoba untuk menjelaskan tapi Ratu Ubur2 keburu kemasukan setan cemburu memperebutkan "Kian Santang".

Hah?!? Serius?!? Sumpeh lo?!?

Nyai Dasimah merasa sia2 melanjutkan pertempuran. Karena Ratu Ubur2 sudah gelap mata. Bahkan untuk diajak bicara pun sulit. Akhirnya Nyai Dasimah memilih diam dan meminta Kian Santang untuk membawa Ratu Ubur2 pergi.

*hening*

Nyai Dasimah merasa harga dirinya sebagai pendekar pembela kebenaran tercoreng. Sambil menahan emosi, Nyai Dasimah mendengarkan kisah tentang Ratu Ubur2 dan Kian Santang dari para penduduk yang simpati padanya.

Tak berapa lama kemudian datanglah Pendekar Mata Keranjang yang baru saja kembali dari tugas negara. Kemudian diceritakan kepadanya oleh para penduduk tentang apa yang baru saja terjadi.

Setelah penduduk pulang ke rumah masing-masing, Pendekar Mata Keranjang dan sang Guru mencoba menghibur Nyai Dasimah yang saat itu terlihat masih kesal sekali.

Sambil sesekali berguyon, mereka membahas tentang apa rencana selanjutnya yang akan Nyai Dasimah lakukan untuk menyelesaikan salah paham ini.

Menjelang pagi semua beranjak kembali ke kamar masing2. Nyai Dasimah menghaturkan banyak terima kasih kepada Pendekar Mata Keranjang dan sang Guru atas kesediaan mereka menghiburnya.

Setelah sendiri, Nyai Dasimah berpikir tentang rencananya ke depan dan apakah dia akan melaksanakan dendamnya terhadap Ratu Ubur2 atas serangan dan hinaan yang dia terima. Sampai akhirnya dia lelah dan tak sanggup untuk memikirkan apapun. Nyai Dasimah akhirnya tertidur...

*zzzzzzz.....*

Dan atas semua yang terjadi malam itu, pemenangnya adalah "Arya Kamandanu" yang hingga pagi menjelang tidak juga muncul di padepokan.

Hahahahaaa

No comments:

Flags

free counters