Tuesday, July 1, 2014

MANDALAWANGI - PANGRANGO (by SOE HOK GIE)

MANDALAWANGI – PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966


Friday, May 9, 2014

Nyai Dasimah vs Ratu Ubur2

Suatu malam di sebuah padepokan di pinggir kota.

Nyai Dasimah sedang asik menghabiskan malam bersama gurunya. Mereka larut dalam pembicaraan yang hangat. Bercerita tentang ini-itu dan keadaan yang terjadi di sekitar padepokan.

Sedang asiknya bercerita, kemudian datanglah Kian Santang dari negeri Angin-angin yang katanya malam itu datang untuk menemui Arya Kamandanu yang berencana untuk mengajaknya pergi.

Nyai Dasimah mempersilahkan Kian Santang untuk masuk dan menunggu Arya Kamandanu yang saat itu belum kembali dari ladang.

Akhirnya Kian Santang bergabung dalam obrolan seru dengan Nyai Dasimah dan sang Guru.

Tak berapa lama setelah itu, sang Guru masuk ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.

bla bla bla.. Nyai Dasimah dan Kian Santang akhirnya melanjutkan obrolan berdua sambil sesekali menjawab timpalan dari sang Guru yang masih di dalam kamar.

"Ciaaaaaatttt!!! Rasakan ini... Ku bunuh kau!!!"

Tiba2 entah darimana datanglah Ratu Ubur2 yang langsung menyerang Kian Santang dengan pukulan bertubi2. Sesekali pukulannya mengarah ke Nyai Dasimah yang duduk tidak jauh dari situ. Tapi tidak kena karena Kian Santang dengan sigap menghalangi dan membiarkan dirinya menjadi tameng dan sasaran pukulan Ratu Ubur2.

Melihat itu, Ratu Ubur2 semakin menjadi2 amarahnya. Dengan membabi buta dia melayangkan ajian pamungkasnya kesana-sini dengan tak beraturan.

*bak buk bak buk*

Ratu Ubur2 mengamuk sendrian, Nyai Dasimah bengong tak mengerti.
Kebon binatang dan jurus ubur2 kesambet setan pun keluar dari Ratu Ubur2

... olala... Ada apa ini?

Keributan itu sampai membuat penduduk sekitar padepokan keluar dan menghampiri.

Tak berapa lama setelah itu baru akhirnya Nyai Dasimah sadar. Ternyata yang terjadi adalah urusan salah paham. Nyai Dasimah mencoba untuk menjelaskan tapi Ratu Ubur2 keburu kemasukan setan cemburu memperebutkan "Kian Santang".

Hah?!? Serius?!? Sumpeh lo?!?

Nyai Dasimah merasa sia2 melanjutkan pertempuran. Karena Ratu Ubur2 sudah gelap mata. Bahkan untuk diajak bicara pun sulit. Akhirnya Nyai Dasimah memilih diam dan meminta Kian Santang untuk membawa Ratu Ubur2 pergi.

*hening*

Nyai Dasimah merasa harga dirinya sebagai pendekar pembela kebenaran tercoreng. Sambil menahan emosi, Nyai Dasimah mendengarkan kisah tentang Ratu Ubur2 dan Kian Santang dari para penduduk yang simpati padanya.

Tak berapa lama kemudian datanglah Pendekar Mata Keranjang yang baru saja kembali dari tugas negara. Kemudian diceritakan kepadanya oleh para penduduk tentang apa yang baru saja terjadi.

Setelah penduduk pulang ke rumah masing-masing, Pendekar Mata Keranjang dan sang Guru mencoba menghibur Nyai Dasimah yang saat itu terlihat masih kesal sekali.

Sambil sesekali berguyon, mereka membahas tentang apa rencana selanjutnya yang akan Nyai Dasimah lakukan untuk menyelesaikan salah paham ini.

Menjelang pagi semua beranjak kembali ke kamar masing2. Nyai Dasimah menghaturkan banyak terima kasih kepada Pendekar Mata Keranjang dan sang Guru atas kesediaan mereka menghiburnya.

Setelah sendiri, Nyai Dasimah berpikir tentang rencananya ke depan dan apakah dia akan melaksanakan dendamnya terhadap Ratu Ubur2 atas serangan dan hinaan yang dia terima. Sampai akhirnya dia lelah dan tak sanggup untuk memikirkan apapun. Nyai Dasimah akhirnya tertidur...

*zzzzzzz.....*

Dan atas semua yang terjadi malam itu, pemenangnya adalah "Arya Kamandanu" yang hingga pagi menjelang tidak juga muncul di padepokan.

Hahahahaaa

Sunday, February 2, 2014

SEKHILAF INFO

Di bawah ini adalah cerita yang saya dapat dari chat di group 

Ancam bunuh Diri Karena Dilarang Memakai Jilbab . -oleh orang tua tercinta.. 

Ada seorang muslim, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum muslim itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.  Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.  Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras. Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab.  Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya. Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Malangnya , sang guru pun menolak.  Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.  Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.  Dia berkata pada orang tuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”  Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.  Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih,  “Bambang! Kalo kamu cewek terserah deh… Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?!?


Saturday, January 11, 2014

Don't Be Stupid, Be a Smart Person

Jangan terlalu bangga dengan jabatan anda.
Jika anda tidak bisa mempertanggung jawabkan perbuatan/ucapan anda, maka jangan salahkan orang lain jika mereka menilai anda sebagai pecundang bodoh.



Monday, January 6, 2014

Cannot start a download in IDM. An error occurs on download start

GENERAL QUESTIONS AND PROBLEMS

Cannot start a download in IDM. An error occurs on download start.

 How to configure Kaspersky Internet Security to work with Internet Download Manager (IDM)

1. Run Kaspersky Internet Security.

2. Press on "Settings" icon on top right corner.



3. The new window opens. Select "Application Control" on the left column, press on "Applications" button on the right.



4. The new window opens. Open all groups marked with "+" on the left column and find "Internet Download Manager (IDM)" in the list. Select "Internet Download Manager (IDM)" and right click on it. select "Move to group" In right click menu and select "Trusted" submenu. Press on OK button.



5. In "Settings" window press on "OK" button.



After these actions IDM will start working normally.

If after updating IDM stops running or downloading, you will need to repeat these actions from the beginning. 

i found this configuration setting from  http://www.internetdownloadmanager.com/register/new_faq/how_to_configure_kaspersky_for_idm.html


glitter-graphics.com

Flags

free counters