Wednesday, July 4, 2012

Same Script Different Cast (lyrics)

WOW! Lama gak posting. Sepertinya beberapa bulan ini benar2 menyita waktu saya untuk sekedar "curhat" apalagi berkreatifitas hehe.. Saya sedang suka lagu lama ini. Saya posting supaya mudah mencarinya, karena saya malas mencatat LOL "Same Script Different Cast" (whitney houston feat. Deborah Cox) [SPOKEN] Oh, hey, Deb (Hmm-hmm) Thank you for being woman enough to come (Whitney, what's this about?) I know he's leaving me for you (Who said that, who told you?) That is true What is he telling you? Could it be the same things that he told me? (He told me that he loved me) I heard that (He told me I was beautiful) Uh-huh (How did you know? How did you know?) Because I played the scene before [Whitney] This is a retake of my life I was his star for many nights Now the roles have changed And you're the leading lady in his life Lights, camera, now you're on Just remember you've been warned Enjoy it now cause it won't last Same script, different cast [Deborah](Whitney) What you're saying could be true But how can I take advice from you? (I'm not hating) (But I wish the one before me would have warned me too babe) Don't say no more, la, la, la, la, la, la, la, la (Uncover your ears, girl) I'm not listening, la, la, la, la, la, la, la, la (But I know you hear me) (Maybe my reasons are wrong) (But I know that you believe me) [Whitney] This is a retake of my life I was his star for many nights Now the roles have changed
glitter-graphics.com

Wednesday, February 8, 2012

Kehilangan 2 Sahabat Dalam Seminggu

Dear bloggers,

Baru saja aku kehilangan seorang teman sepermainan saat aku kecil dulu. Sahabatku telah pergi selama-lamanya karena sakit. Sakit yang bahkan selama ini aku tidak tahu. Sakit yang hampir tak mungkin dia derita. Sakit yang bisa merenggut hidupnya di usia yang begitu muda. Tuhan, bahkan dia 2 tahun lebih muda dariku.
Sampai saat ini aku masih belum mau percaya. Kadang aku menghayal kalau semua ini hanya mimpi. Kenapa harus dia? Sosok yang baik, menjadi sahabat hampir untuk semua orang yang dikenalnya.
Kadang aku tak habis pikir, kenapa Tuhan selalu memanggil orang yang baik begitu cepat. Ingin rasanya aku kembali ke masa-masa sebelum kepergiannya.
Paling tidak malam itu, malam dimana aku baru mendapat kabar bahwa dia koma. Malam dimana angin bertiup sangat kencang. Malam dimana aku begitu gelisah tanpa sebab. Malam dimana begitu banyak pertimbangan untuk menjenguknya.
Hingga pagi tiba, aku mendengar ia telah berpulang kepadaNya.

Belum hilang sedihku, tadi malam aku harus kehilangan satu lagi sahabatku. Orang yang selama ini ku anggap saudaraku. Sahabat dalam hidupku. Aku harus pergi darinya demi kehidupan pribadinya. Demi menjaga hati orang-orang disekitarnya.
Aku harus kehilangan salah satu penyemangat hidupku, hanya karena suatu kesalahpahaman yang sepele. Yang saat ini aku sudah cukup lelah untuk meluruskannya. Paling tidak aku telah jujur menjelaskan semuanya. Aku hanya berbohong saat mengatakan "its time for us to not seeing each other"


Lagi-lagi aku bertanya sendiri, kenapa Tuhan mengatur aku untuk sekali lagi kehilangan temanku.
Padahal aku yakin, Tuhan tahu kalau saat ini aku hanya punya mereka. Mereka yang membuatku kuat dan tetap semangat untuk terus melindungi dan menjaga keluargaku.

Bagiku, kehilangan sahabat sama rasanya seperti saat kehilangan kekasih. Dan seminggu ini aku harus melepas 2 orang sahabatku pergi. Dengan alasan yang berbeda, tapi tetap saja aku tidak lagi bisa bersama mereka.

Hari ini hatiku patah, seperti anak kecil yang kehilangan cinta monyetnya. Sepertinya ingin bermalas-malasan saja seharian. Sesekali fikiran ingin pergi jauh bermain di kepalaku. Aku ingin sembunyi dari wajah sedihku. Aku ingin sementara hilang bersama lukaku. Tapi ternyata hari ini aku masih saja disini. Bergulat dengan tugas-tugas dan duka sekaligus.

Dan aku hanya bisa tersenyum. Pahit memang, tapi setidaknya menurutku itu lebih baik daripada menangis.

Waktu terus bergulir, semangatku masih luntur oleh kesedihan. Sebagian dari diriku terasa hilang. Dan aku hanya bisa protes dalam hati. Meneriakkan penolakan akan ketidak adilan yang aku rasakan.
Dalam hati.... Dan itu membuat dadaku semakin terasa sakit.

Satu teman pergi tanpa aku sempat berkata-kata. Satu teman pergi setelah berkata-kata yang menyakitkan hati.

Datang, singgah, kemudian pergi.. semua pasti begini. Hanya masalah waktu, dan kesiapan diri saat menghadapi saat-saat kehilangan.

Life must go on.. goodbye for both of you.
Terima kasih atas waktu dan kenangan yang telah diberikan.


glitter-graphics.com

Flags

free counters