Saturday, July 9, 2011

Selamat jalan pamanku...

ini adalah jawaban dari posting yang beberapa waktu lalu pernah aku buat klik disini


Hari ini terasa melelahkan.
Setelah seharian mengurus dan mengikuti pemakaman pamanku yang meninggal tadi pagi (8 juni 2011, sekitar jam 7 WIB), rasanya masih ada yang mengganjal dan menyisakan rasa menyesal yang begitu dalam.

Setelah 5 tahun menderita dalam sakit yang berkepanjangan, akhirnya beliau tutup mata tanpa aku sempat menyaksikan kepergiannya. Padahal aku sudah berusaha secepat mungkin untuk sampai di tempatnya. Namun sudah terlambat sekian menit...
Begitu banyak yang ingin aku sampaikan, begitu banyak yang ingin aku lakukan untuk membantunya. Tetapi belum sempat berbuat apa-apa Tuhan sudah memanggilnya.

Beberapa hari terakhir saat menemaninya, sering kali ku saksikan beliau dalam kesakitan. Dan aku selalu menghiburnya dengan mengatakan "Sabar, Om... Sebentar lagi sembuh...". Sungguh aku berharap pengobatannya yang terakhir itu bisa menyembuhkannya. Aku berfikir bahwa rasa sakit itu adalah proses penyembuhan karena sudah beberapa hari terakhir ini wajahnya terlihat lebih baik dari saat beliau pulang dari rumah sakit beberapa minggu lalu.

Memang kadang aku merasa tanda-tanda kepergian pamanku itu. Terutama saat beliau bercerita tentang keinginannya untuk kumpul bersama 3 saudara laki-lakinya. Beberapa kali beliau seperti mengigau meski dalam keadaan tidak tidur.

Aku terlalu bersemangat mengharapkan kesembuhannya meski secara medis sudah aku dengar bahwa kondisinya sudah sangat parah. Jika saja aku tahu kalau penyakitnya itu tidak akan sembuh, pasti aku akan lebih banyak meluangkan waktu menemaninya. Itulah yang aku sesali saat ini.

Aku bersyukur mengetahui (dan menyaksikan sendiri) bahwa beliau diberi kemudahan mulai dari kepergiannya yang dalam keadaan tidur, hingga proses pemakaman yang sepertinya tidak ada hambatan dalam pelaksanaanya.

Aku juga merasa bahwa beliau diberi 'hadiah' dengan kehadiran seorang wanita yang 'dekat' dengannya. Betapa wanita itu begitu setia dan tulus merawat, menjaga dan mengurus pamanku selama sakit. Beberapa kali dalam kondisi kesehatan yang jatuh bangun, aku bisa merasakan keikhlasan dari wanita itu untuk mendampinginya yang ternyata sudah diketahuinya sejak pertama kali bertemu (sekitar setahun lalu).
Jika selama ini aku selalu berfikir bahwa cinta (selain cinta orang tua - anak) itu hanya ada di dalam drama atau puisi saja, maka kali ini aku YAKIN bahwa cinta yang tulus tanpa memandang keadaan seseorang itu memang ada. Meski kali ini yang ku saksikan adalah kisah cinta yang berakhir kesedihan (terpisah oleh maut pada saat pernikahan baru sekedar rencana), namun cukup bagiku untuk memandang dan melihat makna lain dari berbagi kasih.

Berkali-kali aku mengucapkan terima kasih kepada 'tante' itu atas segala yang telah diberikan kepada pamanku. Baru saja kami saling membagi rasa yang ternyata malam ini kami sedang sama-sama menangis. Aku mengirimkannya sms untuk menenangkannya;

"Terima kasih sudah hadir di kehidupan Om Arief. Dan begitu banyak memberikan cinta untuk om Arief. Tante adalah hadiah terindah yang Allah kirimkan di saat2 terakhirnya".

Dan inilah balasannya,

"Terima kasih. Air mata belum mau berhenti. Mas Arief menjadi kenangan terindah dalam hidupku..cinta, kasih dan sayangku untuk mas Arief selalu ada di hatiku.. Aku sayang Mas Arief, kasih sayang kami tak kan terputus walau maut memisahkan! Selamat jalan sayangku.. "My Bhee" mu akan selalu rindu denganmu!"

Ahh.. membaca itu (dan beberapa pesan lainnya) membuat aku semakin menangis terharu. Berbagai rasa bercampur dalam tangisku. Kali ini tidak semuanya adalah rasa sedih dan penyesalan.
Sampai aku merasa tubuhku lelah sekali. Mungkin malam ini aku tidak bisa tidur. Mungkin malam ini aku masih akan menangis mengingat saat-saat bersama pamanku. Entahlah..
Aku hanya ingin menuangkan apa yang aku rasakan saat ini, meski (mungkin) bagi sebagian orang ini tidak penting.

Selamat jalan, Om Arief. Semoga tidur panjangmu dipenuhi mimpi indah. Semoga perjalanan menuju dunia barumu penuh kedamaian. Kisah perjalanan hidupmu akan aku ingat. Yang baik darimu akan aku jadikan contoh untukku menghadapi hari esok. Terima kasih

No comments:

Flags

free counters