Wednesday, May 26, 2010

sesaat sebelum pergi

aku berdiri di ujung jalan ini
menatap jauh ke rumah itu
rumah yang dulu pernah ku titipkan harapan akan bahagia
menggapai mimpi yang pernah terhenti

ku lihat
ku kenang

rumah mungil yang indah
dinding yang warna-warni
halaman penuh bunga
anak-anak kecil hilir mudir tertawa dan bernyanyi

tak terasa air mataku mengalir
tersenyum miris mengenang hari-hari disana

suasana yang hanya berwarna hitam dan abu-abu
selentingan jerit histeris dan caci maki
wajah yang layu dan kering
sangat kontras dengan keindahan penampilannya

betapa tinggi harapan itu
untuk terhempas berkeping-keping
mimpi yang hanya mimpi
menelanku ke lembah sunyi

ku lihat lagi tuk terakhir kali
membiarkan dua sungai mengalir di pipi
hingga ku rasa cukup
ku bawa kaki dan hatiku berlalu
menuju tempat baru
asa baru
dimana mimpi kan menjadi nyata

No comments:

Flags

free counters