Wednesday, May 26, 2010

kau dalam ingatanku





Aku hanya bisa melukis punggungmu
sebatas ingatan yang ku mampu
Karna kau telah lama pergi berlalu
tanpa sekalipun menoleh ke arahku

kau tak terkejar lagi
meski itu hanya dalam memori

kau masih di hati

Memang langkahku tlah berlari menjauh darimu
Namun bayangmu selalu temukan tempatku sembunyi
Meski ribuan kali ku coba ingkari
Masih kamu dan hanya kamu yg ada di hati

air mata

Saat ini aku hanya punya airmata
tapi itu cukup bagiku untuk bertahan dari luka ini
aku yakin tak selamanya aku menagis karena duka
pasti ada airmata kebahagiaan untukku

indahnya dunia

Aku menikmati harum tanah basah sisa hujan tadi sore
Melebur nafasku dalam sejuknya udara malam ini
Lembut gerak fikiranku menari berselendang ketenangan
Hatiku menjelajahi dunia dalam selimut damai

Indahnya

Terima kasih Tuhan

labirin cinta




Dalam labirin berliku
terdengar sayup suaramu menuntunku keluar dari kebimbangan

hangat kasihmu

langit malam pekat
berselimut awan hujan yg belum reda
tak ku rasa kelam tak juga dingin
kau terangi jiwaku dengan hadirmu
aku terbuai dalam peluk hangat kasihmu..

kuda pemimpi

bak seekor kuda yg ingin jd juara
namun tak mlakukan apa2,
hanya berhayal super tinggi di sudut istal
meringkik lengking suarakan kekuatan
mencari perhatian utk dibanggakan
kelemahan mengemis untuk dimaklumi
jangankan juara, berguna pun tidak
menyedihkan!

kangen

suara gemericik sungai perak bersyair,
mengalir berliku bawa daun ke tepi hati,
entah dimana pemilik senandung cinta,
tak lagi ku temukan di dasar jiwa

*miss u much*

pagi hampa

memang kita tlah lalui jembatan tanpa jalan tuk kembali
meski nanti kita beriringan, tetap bukan lagi di jalan yang sama
seperti embun pagi ini yang tak ku lihat lagi
kebersamaan kitapun tlah hilang arti kini

mimpi tak teraih

apa mimpi itu terlalu tinggi untuk ku genggam
seperti bulan yang tinggi disana
meski malam ini ku lihat mengapung di permukaan danau, tetap tak dapat ku peluk...

mengapa

mengapa mawar merah itu begitu pucat
seperti ungunya langit yang membuat gulita pada lembah

mengapa langit menyanyikan lagu kesedihan
seperti gambar kematian dari keris perak sungai yang beku

saat kehampaan membutakan keindahan
hanya ada kata mengapa disetiap sesal

Harta Karun Terindah

Harta karun yang hilang dari kapal karam
bersandar di dasar laut
berbaring bertahun-tahun
begitu sabar menunggu
hari istimewa saat aku datang
untuk mencari dan memilikinya

hari itu telah datang
apa yang ku impikan, tlah ku temukan
aku telah mencari melalui kegelapan, ke laut terdalam
dan menemukan ada hati yang memilihku

Pembicaraan, tawa, semua ada di sana
Pelukan, ciuman, berbagi untukku
rasa bahagia yang tak pernah ku bayangkan
setelah begitu lama ku cari dalam birunya laut

Aku mencintaimu sayang
kau adalah hadiahku
harta terindah dalam hidupku

Cinta Sampai Akhir

rasa ini...sempurna
menyentuhku... dalam
ketika ku dengar kau berbicara di pagi hari
juga di malam hari saat tawarkan aku sebuah mimpi manis
Kuas bibirmu membiarkanku tahu apa maksudmu

semua waktu yang terlewati
menghabiskan hari bersama
saat kau tak ada, aku selalu teringat padamu
bayangkan sentuhanmu.. semua tentang kita
benakku selalu bermain mencari cara
tuk menunjukkan kepadamu
apa yang ku rasa...
aku... sangat mencintaimu

Jadi sayang..
jika kita terpisahkan kelak
saat kau kau rindu dekat denganku
cobalah mengingat bahwa kau telah disini
jauh di dalam hatiku
di mana tidak ada seorang pun dapat melihat
kau akan selamanya berada dihatiku
selamanya...

jatuh cinta padamu

begitu lembut dan halus kecup bibirmu
seperti memetik tetes embun dari kelopak bunga mawar.

begitu hangat dekapmu erat
agar ku merasa hangat dan aman
terlindung dari hujan.. dari badai yang mengelilingi ku.

kau raih tanganku
menatap jauh ke dalam mataku
seakan bisa melihat
hati yang terbuai cinta karenamu

tahukah kau
melihatmu seperti melihat malaikat
malaikat yang dikirim kepadaku
dengan hati yang terbuat dari emas dan jiwa begitu murni.
membuatku tidak bisa menahan rasa ini
jatuh cinta padamu... orang yang mencuri hatiku.

aku bahagia
mungkin ku tak pernah bisa menemukan orang lain sepertimu...
seseorang yang bisa membuat setiap hari menjadi hari yang terbaik,
menjadikan setiap tawa adalah tawa yang terpanjang
setiap air mata adalah air mata yang paling menyedihkan
dan kehidupan...
hidupku...
menjadi berharga

sesaat sebelum pergi

aku berdiri di ujung jalan ini
menatap jauh ke rumah itu
rumah yang dulu pernah ku titipkan harapan akan bahagia
menggapai mimpi yang pernah terhenti

ku lihat
ku kenang

rumah mungil yang indah
dinding yang warna-warni
halaman penuh bunga
anak-anak kecil hilir mudir tertawa dan bernyanyi

tak terasa air mataku mengalir
tersenyum miris mengenang hari-hari disana

suasana yang hanya berwarna hitam dan abu-abu
selentingan jerit histeris dan caci maki
wajah yang layu dan kering
sangat kontras dengan keindahan penampilannya

betapa tinggi harapan itu
untuk terhempas berkeping-keping
mimpi yang hanya mimpi
menelanku ke lembah sunyi

ku lihat lagi tuk terakhir kali
membiarkan dua sungai mengalir di pipi
hingga ku rasa cukup
ku bawa kaki dan hatiku berlalu
menuju tempat baru
asa baru
dimana mimpi kan menjadi nyata

TOPENG DALAM CERMIN

ku pandangi sosok di depanku
sosok itupun balas menatapku tajam
bermacam rasa berkecamuk di dada
hanya bisa terpaku di depan cermin tua

untuk apa TOPENG yang kau kenakan setiap hari
untuk apa LAKON KEPALSUAN kau tarikan di muka umum
tidakkah kau sadari
KEBENARAN tentangmu lambat laun kan terungkap

tidakkah kau tau WUJUD ASLImu
tidakkah kau sadari angkuhmu
tidakkah kau kasihi dirimu sendiri

kau tak tahu, atau tak mau tahu
atau mungkin kau sudah tak mengenali dirimu yang sebenarnya lagi
menganggap kau tahu segalanya
berfikir kaulah kebenaran
setengah dewa...... tanpa nyata
manusia...... tanpa hati

bangunlah dari hayalmu
sentuhlah bumi yang kau pijak
sebelum terlambat
sebelum kau tenggelam dan tak bisa kembali

bangunlah
tanggalkan topengmu
buang segala yang palsu
kau... aku...

kau.. adalah aku
aku.. adalah kau

RINDU BINTANGKU

dalam kerinduan
menghitung waktu pertemuan
sisiri pantai dalam gelisah
acuhkan angin yang bermain dengan ombak

sedikit picingkan mata
saat menatap ke laut nan luas
kilau perak berpantulan disana sini
meninggalkan potret wajahmu di atas birunya air

kau.. dan segala indahmu
lembut menembus dinding jiwaku
seperti sedang merajut permadani baru
dengan benang emas harapan dan cinta

Kemarin kau tawarkan keberanian
hari ini kau beri aku kekuatan
setiap saat bersama, adalah bahagiaku
setiap hari bersama, adalah senyumku

indahnya irama kasih
kau adalah hadiah terindahku
aku tidak ingin bulan
aku telah mempunyai bintang

sayang...
ragu itu.. pudar sudah

senja abu-abu

sayang
apakah kau lihat genangan air sisa hujan sore lalu
memantulkan bayangan sekelompok burung yang terbang menari
ku hentakkan kaki di genangan itu
membiarkan sepatu dan celanaku basah di genangan itu

sayang
tidakkah kau lihat di langit kelabu
burung-burung itu terbang membentuk gambar hati
ku ayunkan payungku kesana kemari mengikuti mereka
membiarkan sisa rintik hujan memerciki wajahku

sayang
bisakah kau hirup udara basah disekitarku
sejuknya mengalir hingga ke hati
ku pejamkan mata sesekali sambil bernafas dalam-dalam
sungguh bisa padamkan bara api dan getir kehilanganmu

sayang
lihatlah, aku baik-baik saja
aku menikmati saat-saat kau tak ada
karena aku bisa melihat keindahan dalam sedihku
ahhh... ku anggap saja hadiah atas kecewaku


Flags

free counters